Ini Alasan WN Inggris Penampar Staf Imigrasi Klaim Tak Bersalah




Denpasar - Warga Negara (WN) Inggris Auj-e Taqaddas mengklaim tak bersalah karena menampar petugas Imigrasi Bali. Menurutnya kinerja petugas imigrasi tak becus dan selalu memberikan informasi yang salah. Web Togel Judi Online

"Karena tidak ada satupun pengacara yg diberikan oleh pengadilan terhadap saya. Saya terpaksa membela diri sendiri. Saya mau melaporkan kelakuan petugas imigrasi Bali yang tidak pantas dan menyiksa saya dan itu dilakukan lebih dari sekali," kata Taqaddas yang diterjemahkan Sandra saat membacakan pembelaan di Pengadilan Negeri Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Rabu (16/1/2019).

Taqaddas lalu menyatakan dirinya tak bersalah karena melakukan penamparan. Sebab, ulahnya itu sebagai akibat tindakan dari petugas Imigrasi Bali.

"Saya menyatakan diri saya tidak bersalah karena petugas imigrasi tersebut tidak profesional dan tidak pantas dan dilakukan dengan hampir seluruh petugas lainnya. Jadi mereka ini sudah bertindak dengan tidak pantas dan mereka berlaku tidak seperti petugas imigrasi mereka mempermalukan saya, mengolok-olok saya, mengambil foto, video saya tanpa izin, mengetawai saya dan mereka bertindak sangat buruk," urainya.

Dia pun berdalih banyak turis asing yang overstay dan merasa hanya dirinya yang dipersulit ketika akan meninggalkan Indonesia. Padahal dia sudah berinisiatif melaporkan dirinya overstay kepada Imigrasi baik yang di Jakarta maupun Bali melalui email, namun tak mendapat jawaban. Web Togel Judi Online

Taqaddas juga mengklaim dirinya mendapatkan perlakuan yang tidak kasar dari petugas sehingga mengakibatkan dirinya luka-luka. Dia pun merasa tidak difasilitasi oleh polisi ketika melaporkan tindakan petugas imigrasi Bali baik ketika di bandara maupun di rumah detensi di Jimbaran.

"Jadi polisi tidak melakukan apapun untuk menahan para kriminal imigrasi yang telah menyerang saya. Polisi bahkan tidak mau menerima pernyataan saya secara resmi mengenai petugas imigrasi ini dan bahkan tidak mau mengizinkan dokter untuk memeriksa luka-luka saya. Jadi ini adalah perlakuan tidak adil," cetus Taqaddas. Web Togel Judi Online

Taqaddas juga menyinggung soal duit penalti overstay yang telah dia siapkan sebesar Rp 42 juta. Namun, oleh petugas tidak diterima karena dia telah melebihi batas overstay yang ditentukan. Taqaddas merasa selalu mendapat informasi yang salah.

"Saya sudah melampirkan bukti penyiksaan fisik dan perlakuan ini terhadap warga asing tidak bisa diterima. Ini merupakan kesalahan imigrasi bahwa menyedikana informasi yang benar mengenai kasus ini walaupun saya mmeinta hal tersebut beberapa kali," pungkasnya.
  Berita Ini Di Persembakan Oleh : Web Togel Judi Online Selamat Membaca
subscribe

Subscribe

Monitor continues to update the latest from This blog directly in your email!

oketrik
 
Referensi Togel Design by Trick and Tips Powered by Blogger